Assalamualaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh,
Selamat berjumpa di Renjana Kisah! Ini adalah catatan pertamaku. Salam kenal dan juga salam sehat berbahagia selalu, siapapun dan dimanapun kamu. Semoga segenap catatanku ini kelak bisa menjadi ruang bercerita yang membawa manfaat bagi kita semua.
Kamu bisa memanggil atau menyebutku “Yok”, singkat dan sederhana, seperti sebuah seruan yang berkesan ajakan. Ya, memang aku ingin mengajakmu, bersama mengarungi sebuah kisah sederhana mulai hari ini hingga seterusnya.
Aku seorang lelaki paruh baya, yang senang berbagi cerita dan berbincang mengenai banyak hal dalam hidup, mulai dari keseharian, apa-apa yang terlintas dalam benak, perasaan maupun pikiran. Ngga ada yang terlalu serius, walau mungkin juga hal yang menarik dan penting. Santai dan rileks seperti menikmati waktu senja ditemani cemilan dan seruput secangkir teh/kopi. Berusaha menanggapi dan menyikapi segala sesuatunya dengan “biasa aja” agar tak larut dalam sesaknya segenap hal saat ini yang seakan terus menerus menghampiri kehidupan kita.
Banyak yang bilang, “hidup sudahlah sulit, kenapa lagi membuatnya menjadi lebih sulit?”. Dan memang, tentunya semua itu kembali pada kita, sikap kita, pola pikir kita dan juga sikon yang tengah kita jalani disuatu saat. Ngga mudah membawa segenap kesadaran untuk bisa selalu bersikap “normal” dan sewajarnya disetiap saat, sedangkan kita adalah manusia “normal” yang memiliki perasaan, emosi dan ego, yang selalu terpengaruh oleh situasi dan keadaan dimana kita berada.
Well, then.. itulah menurutku pentingnya awareness bagi seorang muslim/muslimah yang harus selalu dijaga dengan ibadah, terutama shalat, do’a dan juga dzikir. Setidaknya beberapa kali dalam sehari kita menghadapNya, menyatakan lemahnya kita tanpaNya, menyadari keterbatasan diri kita, menyadari hanya Dia yang memberi tuntunan dan perlindungan.

Menulis dan bercerita juga buatku menjadi salah satu jalan untuk menjaga awareness tersebut, agar lepas segenap ganjalan yang ada, agar menjadi koreksi dan evaluasi segenap runtunan yang tertuang dalam struktur kata dan kalimat, agar kelak juga menjadi cerminan keadaan diri disuatu saat, cermin yang terus menyajikan pertumbuhan diri, pola pikir, sikap, dan lainnya secara utuh dari waktu ke waktu.
Mungkin masih acak dan terkesan berantakan saat-saat awal seperti ini, maklum bukan penulis profesional… hehehe. Semoga kelak bisa terus menjadi lebih baik, do’akan yah… silahkan memberi komentar, saran dan masukan untuk itu. Terima kasih telah menyempatkan mampir dan meluangkan waktunya.