“When you stop chasing the wrong things you give the right things a chance to catch you.” Lolly Naskal
Adalah sebuah ironi kehidupan saat ini, dimana teknologi berkembang begitu pesat dan banyak hal yang kini dapat dilakukan secara lebih efisien dan efektif dalam banyak hal, sehingga kita memiliki lebih banyak waktu luang yang tersisa, namun demikian disisi lain kita justru menggunakan waktu tersebut untuk melakukan lebih banyak hal, sehingga hidup kita seakan menjadi lebih sibuk, segala sesuatu berjalan dengan sangat cepat dan hidup berlalu begitu saja sebelum kita benar-benar dapat menikmatinya.
Berbagai perangkat dan gadget keseharian yang kita gunakan saat ini juga seolah turut menyita hidup kita tanpa kita sadari. Dunia kita diluarpun telah menjadi samudera berbagai informasi yang terus menerus berusaha menyita perhatian dan pikiran kita tanpa henti. Dari sebuah buku yang kubaca baru-baru ini, The Shallows: What The Internet Is Doing To Our Brains, oleh Nicholas Carr, dikatakan sejak tahun 2000, jumlah waktu secara umum yang dapat kita gunakan untuk tetap fokus pada satu hal tanpa gangguan adalah 12 detik, dan kini justru menurun menjadi hanya 8 detik. Kemajuan teknologi sungguh-sungguh telah mengubah pola pikir dan cara kita dalam banyak hal. Dan banyak sekali orang yang tidak menyadari ataupun memahami ini dalam konteks kehidupannya. Beberapa hal seolah telah menjadi kebutuhan, dan kebutuhan-kebutuhan tersebut kemudian menuntut tindakan dan perbuatan yang berdampak meningkatnya tekanan secara sosial psikologis.
Beberapa hal bagi kita mungkin menganggapnya sepele, atau hanya sekedar gangguan kecil yang kita yakin dapat segera menghindari ataupun menghalaunya tanpa mengganggu tujuan. Namun derasnya gangguan hal-hal sepele itu justru lebih sering makin bertambah, menumpuk dan tanpa kita sadari disatu waktu telah mengubah banyak hal dalam hidup. Pola pikir, perasaan, tindakan dan bahkan tujuan kita semula pun kemudian berubah secara drastis.

Bukan hal yang mudah memang saat ini untuk tidak turut mengalir dalam perputaran kemajuan yang disatu sisi terus menerus menggerus kemanusiaan dan kehidupan, dimana kebutuhan dan keinginan seolah melebur dalam sebuah tuntutan psikis tanpa kita sadari, dan kita hanyut, hingga kelak sadari kita telah kehilangan arah, tersesat dan terombang ambing disamudera kehidupan yang fana dan sesaat. Semua berjalan begitu cepat, dan menuntut segala tindakan, pikiran dan perasaan untuk segera, instan, dan selesai atau kita akan tertinggal dan terseok-seok melangkah.
Persepsi seperti itulah yang kini nampak melekat dalam hidup banyak orang disekitar kita. Namun, apakah kita harus memiliki persepsi demikian? tentunya menjadi pertimbangan tersendiri. Dan itu secara relatif kembali pada kedalaman pemahaman kita akan makna kebahagiaan dan tujuan hidup kita sendiri tentunya. Apa yang kita yakini dalam banyak hal akan mempengaruhi kemana tujuan dan bagaimana kita mencapainya. Menjadi sama atau berbeda dengan kebanyakan orang juga suatu pilihan bebas yang menentukan hal tersebut, meski mungkin tak ada yang benar-benar sama dan atau sangat berbeda secara signifikan.
Buatku, hidup ini adalah anugerah dan karunia indah yang harus dinikmati. Setiap helaan nafas, setiap gerak, jejak dan langkah, setiap bebunyian yang terdengar, setiap helai daun yang tertiup angin, atau gugur dan jatuh ketanah, setiap perasaan yang hadir saat dicintai dan mencintai, setiap bersit pikiran yang terlintas, setiap asa yang menghilang atau terbangun kembali.. semua adalah anugerah dan karunia yang hanya kita, manusia bisa memilih untuk melewati atau menikmatinya secara sadar, penuh dan utuh disatu saat, disepanjang hidup atau kelak. Dan aku memilih untuk menikmatinya, apapun situasi dan kondisi yang saat ini kujalani, yang telah lalu dan kelak kudapati, secara sadar dan utuh, perlahan dan pasti.
Bersikap perlahan adalah sebuah pilihan sadar, dan mungkin tidak selalu mudah, tetapi membuatku lebih menghargai kehidupan dan mudah mendapatkan rasa nyaman, atau bahagia dalam konstelasi disini kini. Dengan perlahan aku memilih untuk melakukan hanya hal-hal tertentu disatu waktu dengan penuh atensi, fokus pada yang terutama, sedikit demi sedikit dalam satu tujuan yang lebih baik. Dengan perlahan aku membuat diriku “hadir” disini kini secara penuh, utuh dan sadar sehingga aku lebih memahami segenap rasa, pikiran dan tindakan disaat itu, agar aku bisa mengendalikan dan membuatnya lebih baik waktu ke waktu. Dengan perlahan aku membuat diriku lebih menghargai sekitarku, orang-orang dihadapanku dan alam sekitarku yang nyata kulihat dan kudengar. Dengan perlahan aku bisa lebih merasakan setiap kenikmatan makanan dan minuman yang masuk ketubuhku, setiap manis, asam, asin dan lainnya. Dengan perlahan aku lebih menyadari keberadaanku, kehadiranku dan eksistensiku dalam skala kecil hingga luas yang terbentang dari waktu ke waktu dalam menjejakkan langkah menuju kelak.