Get In Touch
Jakarta Selatan, Indonesia
info@kreasidigitalpro.com
WhatsApp: +6289520549082
Back

Biasa

“learn to stop rushing things that need times to grow”

NB: Beberapa kesibukan kemarin sampai menjelang tengah malam membuat catatan ini tertunda penulisannya hingga hari ini. Ngga mudah memang berusaha konsistensi diwaktu tersendiri dan mengesampingkan prioritas lainnya disatu waktu tertentu.. hehehe, but then it’s ok, tetap dikejar dan selalu diupayakan “tayang” secara konsisten disaat sempat secepatnya kemudian.
Warning! Tulisan ini hanya tulisan biasa dan sekedarnya, bukan hal yang penting. Silahkan lewati, bypass atau skip aja kalau mau.. nanti juga lama-lama terbiasa, hehehe…

Ngga ada yang spesial sangat mendengar kata “biasa”, baik saat ia berdiri sendiri ataupun bersama kata lainnya, kecuali saat ia menjadi “luar biasa”. Beberapa padanan kata biasa dalam bahasa inggris antara lain: as usual, common, normal, ordinary. Merubahnya menjadi tidak biasa juga ternyata cukup sederhana, hanya menambahkan beberapa kata atau huruf sebelum kata utamanya seperti: non~, not~ atau un~. Hanya saat ingin membuat maknanya menjadi luar biasa, kata tersebut diatas bisa berubah total dan berbeda dengan kata asalnya, bahkan menghilangkan kata asalnya seperti: remarkable, extra ordinary, amazing, dll.

Sebagaimana beberapa perkataan yang seringkali kita ucapkan atau dengar, maknanya akan tergantung pada konteks saat kata tersebut diucapkan atau terkait dengan kalimat-kalimat sebelum dan sesudahnya. Ada beberapa hal yang saat ini terlintas dibenak dan ingin kutuliskan yang berkaitan dengan kata “biasa”. Walau mungkin saling tidak berkaitan satu dengan yang lainnya, setidaknya mewakili runtunan makna yang kupahami di momentum kali ini.

Biasa-biasa saja
Salah satu saran yang kerap terlintas dan kusampaikan, saat seseorang mengeluh dan menyampaikan curhatannya padaku terkait kekecewaannya, kemarahannya, kegundahannya, dll adalah kata-kata “biasa-biasa aja..”. Maksud penyampaianku dengan kata itu adalah seringkali kita hilang kendali dan atau lupa menempatkan banyak hal secara proporsional dan seimbang, apakah itu harapan, tujuan, dan lain sebagainya. Seringkali kita berlebihan dalam berharap dan melakukan sesuatu, dan saat hal tersebut tidak berjalan dengan baik, kita jadi mudah kecewa dan marah. Karenanya aku cuma bilang, biasa-biasa sajalah memandang sesuatu itu, membuat harapan dan tujuan, jangan berlebih, dan jangan juga lantas kurang, gak yakin dan percaya diri dalam melakukan dan menjalaninya. Bukan berarti memiliki cita-cita tinggi itu ngga baik dan juga bukan berarti berupaya lebih itu ngga baik. Maksudku lebih kepada bagaimana sebaiknya kita menyikapi hal-hal tersebut secara berimbang dan proporsional agar tak hilang kendali atas emosi, perasaan dan pikiran kita disatu waktu yang mungkin bisa berdampak tidak baik pada hal-hal lainnya.

Bisa karena biasa
Kalimat “bisa, karena biasa” juga adalah sebuah kalimat saran dan kutipan yang sering ditujukan untuk terus melakukan sebuah tindakan atau perbuatan secara berulang-ulang untuk membiasakannya, agar yang sebelumnya tidak bisa atau tidak mampu lambat laun akan berubah menjadi bisa, lebih baik dan mampu. Kata biasa dalam penyampaian seperti ini lebih dimaksudkan kepada membiasakan dan juga memberi penekanan pada sebuah proses yang berulang, yang mesti dijalani untuk mencapai suatu kemampuan atau kebisaaan dalam hal yang dituju. Bahwasanya proses tersebut perlu dilakukan berulang-ulang, tidak hanya berhenti hanya satu atau dua kali tindakan saja, dan apabila gagal tak ada kata menyerah untuk mencoba kembali. Bahwasanya dalam hal ini lebih utama unsur “membiasakannya” dibanding “bisa” yang menjadi tujuan akhirnya, mungkin juga tak banyak orang yang memahami dan cukup perduli. Akhirnya setelah mencapai tujuannya, yaitu bisa dan mampu, walau sekedarnya, ya sudah mereka akan cenderung berhenti berproses sampai disitu dan menyikapi bahwa tak lagi penting proses dibanding hasil dan tujuannya.

Ada satu hal yang ingin kujadikan sebuah memo khusus terkait kata “biasa”. Aku hanya tak ingin “terbiasa tanpamu, dan juga tanpaNya..” jangan sampai dong.. hehehe.., memang mungkin bisa saja jadi “biasa” nantinya, tapi saat itu terjadi hanya khawatir harus melalui situasi dan kondisi yang “luar biasa”… semoga aku tetap bisa menyikapinya biasa-biasa saja kini dan kelak, proporsional dan pada tempatnya.

Yok
Yok
https://kreasidigitalpro.com

Situs web ini menyimpan cookie di komputer Anda. Cookie Policy

Preloader image